AADC 2: Beban Kedewasaan
Judul Film : Ada Apa Dengan Cinta? 2
Pemeran : Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Adinia Wirasti,
Titi Kamal, Sissy Priscillia.
Genre : Drama, Romance
Sutradara : Riri Riza
Produser : Mira Lesmana
Produksi : Miles Films
Tanggal Rilis : 28 April 2016
JURNALISMAGANG –
Ketidaksengajaan dan kebetulan mengantarkan pada hal-hal yang belum
usai. Agaknya kalimat itu cocok untuk menjelaskan bagaimana akhirnya Rangga dan
Cinta bertemu. Setelah sembilan tahun tidak bersua dan tanpa penjelasan,
kebenaran itu terungkap juga. Atas kebetulan Cinta bertemu Rangga, atas
ketidaksengajaan Rangga bertemu Cinta. Apa kata Rangga? ”Mencintai banyak orang
lebih mudah daripada melupakan satu orang.”
Rangga
(Nicholas Saputra) sudah menjadi barista, merangkap akuntan, dan tukang cuci
piring di kafe miliknya dan temannya. Sambil memegang majalah pada sebuah
halaman kolom, temannya mengatakan bahwa menjadi penulis merupakan bakat
sebenarnya Rangga. Namun Rangga menepis itu, tidak mau membahasnya. Temannya
lalu menyarankan agar Rangga mengambil waktu cuti, berlibur untuk menenangkan
diri. Entah ke Cina, Eropa, atau bahkan ke Indonesia, kampung halamannya.
Di saat yang sama, adik tiri Rangga datang
menemuinya. Membujuknya untuk kembali ke Indonesia, menemui ibu di Yogyakarta
yang sedang sakit sambil terus mengingat Rangga. Rangga berpikir, menimbang,
hingga ia memutuskan untuk berlibur ke Indonesia. Di lain sisi, Cinta (Dian
Sastrowardoyo), Milli (Sissi Priscillia), Maura (Titi Kamal), dan Karmen
(Adinia Wirasti) merencanakan untuk berlibur ke Yogyakarta setelah lama mereka
larut dalam aktifitas kehidupan masing-masing.
Sampainya di
Indonesia, secara sengaja Rangga mengunjungi rumahnya Cinta. Namun Cinta tidak
tinggal disana lagi. Ia lalu memutuskan ke Yogyakarta untuk bertemu ibunya, sambil
menunggu waktu yang tepat dan mental yang siap memaafkan. Di pagi saat Rangga
keluar untuk memotret, tanpa sengaja Milli dan Karmen melihat Rangga melewati
toko roti. Tempat mereka sedang membeli kudapan untuk sarapan. Menyadari
kehadiran Rangga, Milli dan Karmen sembunyi-sembunyi membuntuti dimana hotel
yang ditempati Rangga.
Di malam
harinya, setelah memastikan Cinta sudah tidur. Karmen, Milli, dan Maura
membahas apakah akan memberitahu Cinta tentang Rangga yang sedang di Jogja.
Alih-alih sudah mengetahui dan memutuskan untuk tidak mau bertemu, Karmen tidak
terima dengan langkah yang diambil Cinta. Lantas, Karmen mengabari Rangga bahwa
mereka akan menghadiri sebuah pameran seni. Disitulah awal ‘pertemuan’ Rangga
dan Cinta setelah sembilan tahun.
Atas dasar
kebetulan Cinta bertemu Rangga. Di pameran seni Eko Nugroho itu, sambil
menikmati karya-karya seni, rasa terkejut, tegang, dan seolah ragu dan takut ia
menoleh ke belakang. Ketika Rangga memanggilnya dengan “Cinta”. Atas dasar
ketidaksengajaan rangga bertemu Cinta. Saat Rangga melihat Cinta dari belakang.
Memastikan. Dengan langkah kecil-kecil dan pelan, ia menyebut nama itu. Saat
Cinta melihatnya dengan ekor mata, Rangga menyejajarkan diri dengan Cinta.
Lalu? Tidak mengalir dengan baik ketika itu. Bahkan persahabatan hampir
menjadi taruhan. Namun, tidak selesai disana. Ketika akhirnya Cinta memutuskan
bertemu lagi dengan Rangga. Memilih menyelesaikan, mengundang hal yang belum
usai untuk diakhiri atau dimulai kembali, membuka tabir yang tidak ia ketahui
yang ditutupi oleh Rangga. Setelahnya?
Sequel Ada Apa
Dengan Cinta? 2 (AADC 2) ini rilis 16 tahun setelah film pertamanya. Namun, jujur
aku baru menontonnya beberapa hari yang lalu. Dengan pemeran yang sama,
sepertinya film ini menjadi perbincangan hangat di kalangan anak kostanku. Yah,
meski aku harus jujur lagi, bahwa anak kostanku terbius dengan AADC karena ulahku.
Kisah Cinta dan Rangga memang epik, walaupun nonton berkali-kali tetap asik.
Pada AADC 2
ini, Rangga dan Cinta sudah menjadi sosok yang dewasa dengan memiliki kehidupan
karir masing-masing. Celetukan mereka ketika iseng membahas tentang politik,
menurutku itu keren. Aku bahkan berpikir, setelah putus kedua insan ini masih saling
mencintai. Kenapa? Begini, awal bertemu di pameran seni itu, memang Cinta marah,
dan memilih pergi menjauhi Rangga. Sampai persahabatan Cinta dan Karmen hampir
kandas ketika itu.
Namun, sedikit proses
kedewasaan meski dimulai seperti kekanak-kanakan, akhirnya mereka membaik, dan
Cinta memilih bertemu dengan Rangga. Ketika bertemu Rangga, ketika di sebuah
kafe tersebut Cinta tidak memperlihatkan sedikitpun raut wajah yang pernah
menyimpan rasa kepada Rangga. Saat, Rangga sudah mulai menjelaskan kenapa, dan
sempat Cinta menampar Rangga, mereka damai.
Nah, saat
mereka jalan-jalan, dengan alibi Rangga ingin menceritakan tentang ibunya,
menurutku, Cinta memperlihatkan kenyamanan di sisi Rangga. Ia bisa tertawa
lepas, rileks. Dan itu menurutku sangat dewasa sekali. Mmungkin, titik kekagumanku
pada AADC 2 ini adalah kedewasaan ini. Keputusan Rangga untuk memberitahu Cinta
kenapa akhirnya dulu ia harus memutuskan Cinta. Dan keputusan Cinta akhirnya
mau menyempatkan diri untuk mendegarkan itu semua.
Dan, karena
kedewasaan itu, mereka harus menanggung beban. Bahwa Cinta yang sejak dulu
sudah tertanam subur dalam hati mereka masing-masing, mereka lalu putus dengan masih
menyimpan pertanyaan dan perasaan. Meski sempat jatuh ke hati yang lain, tapi Cinta
mereka terlanjur mengambil banyak bagian di dalam hati mereka. Lalu, setelah
mereka ketemu lagi, jalan, menghabiskan waktu siang dan malam, pohon Cinta yang
besar itu tersiram lagi.
Namun, jujur
film ini bagus sekali. Aku bahkan masih terbius, terngiang-ngiang kisah AADC
ini bahkan lebih semingu. Aku sengaja untuk tidak menontion film kisah cinta
dulu sampai aku move on dengan kisah Cinta dan Rangga. Jujur, aku salut.
Bahwa ternyata ada film Indonesia yang bagus, yang tidak toxic. Namun, terhadap
penilaian ini kembali pada kesubjektifannya aku.
Penulis: Jurnalis Magang
Komentar
Posting Komentar