Pemimpin Babi dan Masyarakat Apatis nan Bodoh
Dok.Pribadi
Kalian bisa juga mendengarkan Podcast Journalist Magang membahas tentang Animal Farm di platform Spotify, Anchor, Apple Podcast dan platform lainnya.
Judul Buku : Animal Farm
Penulis : George Orwell
Penerjemah : Prof. Bakdi Soemanto
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : Edisi II Cetakan Kedelapan, Agustus 2019
Tebal Buku : 142 Halaman
ISBN : 978-602-291-282-8
JOURNALISTMAGANG
– Suatu malam, seekor babi tua, Major bermimpi tentang kemerdekaan
yang bisa diraih oleh para binatang tanpa harus tunduk menjadi budak manusia. Keesokan
harinya ia langsung mengumpulkan seluruh hewan yang ada di peternakan untuk mengumumkan
beberapa hal penting, salah satunya adalah mimpi yang ia alami. Seluruh hewan mendengar
dengan seksama, meski kebanyakan hanya mendengarkan saja tanpa paham isinya.
Beberapa hari
berselang, si tua Major mati. Kehidupan di peternakan berjalan seperti
biasanya. Namun, para babi mulai memikirkan apa yang telah disampaikan oleh Major
dan setuju akan kemerdekaan yang bisa diraih oleh para binatang. Para babi,
yang dipimpin oleh Napoleon dan Snowball mengumpulkan seluruh hewan di
peternakan untuk menyampaikan pendapat mereka. Pada malam itu, para babi
berhasil menyampaikan aspirasi untuk memperjuangkan sebuah kemerdekaan yang
akan dicapai oleh seluruh binatang di peternakan itu.
Singkat cerita,
terjadilah pemberontakan para binatang dengan manusia, pak Jones dan para
karyawannya. Binatang berhasil menang dan mengusir pak Jones dari peternakan. Dengan
sorak sorai, para Binatang merayakan kemerdekaan mereka. Mereka bernyanyi lagu
Binatang Inggris tanpa henti, menaikkan bendera hijau dengan lambang gading
dengan penuh rasa bangga. Hari-hari berlalu, para binatang tetap bekerja seperti
biasanya. Dan disini, para Babi dan Anjing mulai bertindak sebagai pemimpin.
Harapan hidup
yang lebih baik dan bahagia yang disampaikan oleh para Babi manjur juga
ternyata, awalnya. Hingga, proyek Kincir Air menjadi sebuah polemik yang sangat
hangat di peternakan. Para hewan bekerja dua kali lebih keras dari biasanya, jatah
makanan dikurangi, Babi duduk santai seenaknya dengan dalih, ‘kami para babi
telah Lelah bekerja dengan otak, sedangkan kalian dengan otot’, Anjing makin
setia dengan Babi, dan desas-desus keburukan Snowball terhadap peternakan, yang
padahal ia telah lama hilang semenjak tragedi Desain Kincir Air di ruangan
kerjanya.
Animal Farm adalah
sebuah novel alegori politik yang ditulis oleh George Orwell pada masa perang
dunia kedua. Buku ini, menurut penulis merupakan satire terhadap sikap,
perlakuan, polemik yang terjadi pada sebuah tatanan negara, baik pemimpin,
masyarakat, Undang-Undang dan sebagainya. Tokoh-tokoh yang digambarkan sebagai
binatang pun menambah sisi sindiran semakin kuat, seperti Babi dan Anjing
adalah pemimpin, para hewan lainnya adalah masyarakat dengan strata sosial yang
bermacam.
Penokohan pun
sangat tepat adanya dan kita dibuat bingung untuk tidak bisa memfavoritkan
salah satu tokoh, karena pastinya setiap tokoh dibuat punya kelebihan dan
kekurangan. Seperti Kuda Jantan, Boxer, ia kuat, besar, rajin bekerja, tapi ia
bodoh. Benjamin, seekor keledai yang bisa baca-tulis, pintar, namun apatis.
Napoleon, seekor Babi yang sangat pintar, brilian, namun sangat licik sebagai
pemimpin.
Novel ini
sangat sarat akan hiburan dan ajaran. Disatu sisi, ketika membaca kita seperti
diberi tahu tentang kenyataan yang terjadi saat ini dan sangat berhubungan dengan
isi dalam Animal Farm. Banyak ajaran pula yang pastinya dapat diambil dari
sebuah novel dengan setebal 142 halaman ini. Dari segi penulisan, Animal Farm
sangat ringan untuk dibaca. Terima kasih kepada Prof. Bakdi Soemanto yang telah
menerjemahkan buku ini dengan gaya bahasa ringan dan mudah dipahami.
Animal Farm
mendapatkan sebuah rekomandasi dari penulis untuk menjadi wishlist book
teman-teman yang belum membacanya. Karena banyak sekali pelajaran yang dapat
diambil dari buku ini. Di dalam Animal Farm digambarkan para hewan yang tidak
bisa baca-tulis yang akhirnya berimbas pada kesewenangan para Babi membuat
aturan. Jika dalam kehidupan saat ini, kondisi masyarakat yang sudah bisa
baca-tulis, maka saatnya kita harus paham akan banyak hal, melek pada kondisi
sosial dan negara agar tidak terjadi kesewenangan para pemimpin layaknya Babi
di Animal Farm.
Penulis: Journalist Magang

Komentar
Posting Komentar