Kaya, Gagah, Ganteng. Tapi Sayang, Gak Bisa Ngaceng!

 

                                                                                                Dok.Net

Judul Serial     : Turn On
Pemeran          : Giorgino Abraham, Clara Bernadeth, Sonia Alyssa, Erika Carlina, Jonathan Andriano, Mathias Mucus, Faradina Mufti, Asri Welas, dll.
Produser          : Wicky V. Olindo
Sutradara         : Vemmy Sagita
Produksi          : Screenplay Films dan Wattpad Studios
Jumlah Eps      : Delapan Episode
Tanggal Rilis   : 14 Januari 2021 – 4 Maret 2021

JOURNALISTMAGANG – Andreas (Giorgino Abraham) adalah seorang pria kaya, anak konglomerat, tampan dan gagah. Namun sayang, ia memiliki trauma masa lalu yang membuatnya tidak turn on kepada wanita mana pun. Pelan namun pasti, rahasia ini menjadi buah bibir orang-orang sekitarnya. Ada yang menganggapnya homo bahkan anggapan bahwa Andreas tidak mampu ngaceng.

Di lain sisi, Maria (Clara Bernadeth) akibat salah satu kejadian ia harus berurusan dengan Andreas dan menyetujui perjanjian kontrak antara keduanya. Meski setelah ia pikir-pikir, ia akan banyak untung dengan perjanjian kontrak tersebut; modal toko kue bahkan hilang keperawanan, pada saatnya perjanjian tersebut harus dipikir kembali sebab antara Andreas dan Maria telah tumbuh sesuatu di hati.

Serial web ini dapat ditonton melalui aplikasi Vidio dengan durasi per-episode sekitar 30-40 menit. Serial ini diadaptasi dari kisah dengan judul yang sama karya Tiara Wales yang tayang di Wattpad.

Dari segi pengambilan gambar, menurut saya cukup bagus. Karena memperlihatkan landscape-landscape Bali yang begitu eksotis dan indah. Selain itu, property-property yang menjadi lokasi pengambilan gambar begitu menarik, estetik dan tentunya bikin ngiler dan pengen.

Konflik dan jalan ceritanya ciamik. Tidak kaku, terkesan rileks dan santai. Terlebih dengan kehadiran tokoh Flora (Erika Carlina) yang ceplas-ceplos. Namun, dari segi acting, entah kenapa saya merasa kaku dan tidak mengalir. Di sini terletak kekurangannya menurut saya. Ketika menonton, rasanya arus cerita tidak mengalir.

Mengangkat isu tentang perbedaan kelas sosial, gaya hidup bebas dan pergaulan anak konglomerat membawa angin segar tersendiri. Pasalnya, di sini terletak kritik bahwa sebenarnya cinta itu tidak pandang kelas sosial ekonomi, mau kaya mau miskin. Pastinya ada pandangan pro dan kontra. Perilaku baik, sopan dan gigih sebenarnya menjadi nilai lebih.

Seperti yang dicontohkan oleh Maria. Ia adalah anak haram dan yatim-piatu. Ia dibesarkan oleh tantenya sejak kecil. Dari kelas sosial, ia bisa dikatakan miskin memang. Tapi semangat dan kegigihannya bahkan tidak banyak dimiliki oleh anak-anak orang kaya. Scene Maria berbincang dengan Flora soal ini bermakna sekali.

Kemudian soal gaya hidup bebas. Memang masih terkesan tabu di negara kita dengan mayoritas penganut agama Islam. Setidaknya, serial ini membawa angin segar dan memberikan informasi tentang bagaimana hidup di kota dengan perbedaan yang tinggi.

Overall, serial ini bagus. Durasinya yang relative singkat setiap episodenya menjadi pilihan untuk ditonton di waktu senggang. Namun, ada baiknya serial ini ditonton oleh usia 17 tahun ke atas. Karena banyak adegan-adegan bahkan pembicaraan soal aktifitas seksual. Semoga resensi ini membantu, happy watching!

Note: Oiya, buat temen-temen yang udah nonton serial ini, boleh dong tinggalin komentar di bawah.

Penulis: Journalist Magang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebijaksanaan Untuk Hidup yang Lebih Panjang

Boleh kenalan, gak?

Hidayah AADC Tiba di Awal November